GRADUASI MANDIRI SEBANYAK 1862 KPM PKH KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Bantul, semenjak tahun 2012 sampai saat ini Graduasi Mandiri menduduki angka 1893. Setiap tahun angka Graduasi Mandiri semakin meningkat mulai tahun 2012 sampai Juli 2020. Dapat kita lihat pada tabel dibawah ini :

Tabel diatas menerangkan bahwa angka Graduasi Mandiri dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, bahkan ditahun  2019 mengalami lonjakan yang sangat tajam 1005 KPM PKH yang bersedia mengundurkan diri secara sukarela karena sudah sejahtera.  Sedangkan pertengahan  tahun dari Januari hingga Juli 2020 angka Graduasi Mandiri baru mencapai angka sekitar 431 KPM PKH,  dengan situasi pandemi Covid-19.

Angka tersebut  merupakan angka yang cukup tinggi, mengingat dalam proses Graduasi Mandiri  tidak lah mudah seperti “membalikan telapak tangan” dalam memberikan penyadaran kepada  KPM PKH, yang sudah mampu atau sejahtera. Tentunya keberhasilan ini tidak terlepas peran serta dan dukungan dari berbagai pihak, baik Pendamping PKH Kecamatan, Koordinator PKH Kabupaten Bantul, Pendamping Sosial Kabupaten Bantul dengan Tugas Khusus Supervisor, Dinas Sosial P3A Kabupaten Bantul, Kecamatan, Desa,  tokoh masyarakat serta mitra (KUA dan Lembaga  Pemberdayaan Ekonomi).

Capaian angka tersebut tentunya menggunakan berbagai macam strategi dan metode. Metode yang digunakan diantaranya metode Sosial Case Work, Sosial Group Work dan Community Development. Pendekatan – pendekatan inilah yang mampu mendorong angka Graduasi Mandiri.  Yang pertama, metode Sosial Case Work atau  disebut dengan pendekatan individu yang secara langsung bertatap muka. Metode ini telah dilakukan oleh tim PKH, baik dari Pendamping PKH Kecamatan, Pendamping Sosial PKH Kabupaten Bantul Dengan Tugas Khusus Supervisor, maupun Koordinator PKH Kabupaten Bantul, dengan melakukan serangkaian kegiatan mulai dari kunjungan, memberikan pemahaman sampai memberikan motivasi kepada KPM PKH yang telah sejahtera berdasarkan hasil asesmen pendamping PKH Kecamatan, diharapkan agar memiliki kesadaran untuk mengundurkan diri dari kepesertaannya sebagai KPM PKH. Metode yang kedua,  Sosial Group Work yang selama ini dilakukan oleh Pendamping Sosial PKH Kabupaten Bantul Dengan Tugas Khusus Supervisor bersama Pendamping PKH Kecamatan, berupa pemberian intervensi di kelompok dalam pertemuan kelompok PKH. Intervensi di dalam kelompok tersebut ditujukan untuk mendorong  Graduasi Mandiri, yang dimulai dengan melakukan FGD (Forum Group Diskusi) tentang Indikator Kemiskinan, Indikator Kesejahteraan, dan Alasan atau factor penyebab tidak mampu atau miskin bersama KPM PKH. Setelah dilakukan pembahasan melalui pendekatan FGD bersama dengan KPM PKH, kemudian mulai memberikan sosialisasi tentang PKH, dan dilanjutkan motivasi dengan cara olah rasa,  olah fikir kepada peserta yang ada dikelompok pertemuan PKH.  Dan yang terakhir adalah menggunakan metode Community Development,  mengundang  KPM PKH  yang telah sejahtera berdasarkan hasil asesmen Pendamping PKH Kecamatan untuk  hadir di Kecamatan agar mendapatkan  sosialisasi dan motivasi dari berbagai pihak, diantaranya Dinas Sosial P3A Kabupaten Bantul, Koordinator PKH Kabupaten Bantul, Camat, dan KUA.

Keberhasilan dalam melakukan Graduasi Mandiri  tentunya tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan perlu adanya kolaborasi, dukungan dan peran dari berbagai pihak. Harapan dengan implementasi berbagai macam metode dapat meningkatkan angka Graduasi Mandiri setiap tahunnya.

Penulis

Nama           : Evi Mulyati

Jabatan        : Pendamping Sosial Kabupaten Bantul Dengan Tugas Khusus Supervisor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *