SDM PKH Merangkul Keluarga Korban Susur Sungai

 

Yogyakarta, 22 Februari 2020.  Peristiwa memilukan baru saja terjadi. Siswa SMP Negeri 1 Turi, Sleman, mengalami kejadian ini saat mereka sedang mengikuti kegiatan Pramuka Susur Sungai pada hari Jum’at, 21 Februari 2020 di Sungai Sempor, yang berada di Dukuh Sempor, Donokerto, Turi, Kabupaten Sleman.

Menurut Data BMKG DIY, Sabtu 22 Februari 2020, ubdate terakhir pukul 17.50 WIB, melaporkan 249 siswa masuk sungai, 215 anak berhasil menyelematkan diri, 24 luka-luka, meninggal dunia 8 orang, dan 2 orang masih dalam pencarian. Kebanyakan korban meninggal adalah anak perempuan dan rata-rata masih berseragam Pramuka. Peristiwa ini, sangat menyisakan kesedihan yang luar biasa, terutama keluarga korban, apalagi bagi mereka yang masih menanti kabar anaknya yang belum diketemukan. Selain itu, juga menimbulkan kekecewaan bahkan mungkin kemarahan banyak pihak. Aneka ekspresi kekecewaan itu, bisa kita simak melalui media sosial, facebook, twitter, maupun Instagram. 

Berdasarkan data, pada 22 Februari 2020, dari 249, atas laporan pendamping PKH Kecamatan, terdapat 14 anak KPM yang mengikuti kegiatan pramuka tersebut. Data ini, masih sangat bisa berubah, mengingat informasi yang belum sepenuhnya stabil.

Namun hal yang patut disyukuri adalah 14 anak KPM telah diinformasikan selamat. Oleh karena itu, pendamping langsung mengadakan penguatan pendampingan pada 14 korban juga keluarganya. Hal yang langsung dikerjakan pendamping kecamatan adalah melakukan asesmen awal terhadap 14 korban, dan melakukan tindakan-tindakan cepat sekiranya diperlukan.

Menurut Jundi (Pendamping Turi) ”anak mengalami ketakutan luar biasa, saat ditemui di sekolah”. Terdapat juga keterangan dari salah satu orang tua anak (KPM) yang mengatakan bahwa “anaknya tidak mau keluar rumah, dan tidak mau mengikuti kegiatan pramuka kembali”. Dukungan psikososial menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh Pendamping PKH bekerja sama dengan pihak-pihak terkait lainnya. Berbicara mengenai korban, maka kita tidak hanya akan berbicara masalah korban meninggal saja, namun juga orang tua korban yang meninggal, korban hidup dan juga orang tuanya.

“ Kami akan terus fokus pada keluarga dan anak serta melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, puskesmas juga pendamping lain di lapangan” kata Jundi.

 

Penulis : Sri Haryanti (Peksos SPV Kab. Sleman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *