RAKOR KPM PKH DI AULA KECAMATAN NGAGLIK SLEMAN

 

SLEMAN – Kamis (26/9/2019) telah dilaksanakan Rapat Koordinasi KPM PKH Di Aula Kecamatan Ngaglik. Rakor ini di hadiri oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial, Pihak Kecamatan Ngaglik, Supervisor PKH, Korcam PKH, Pendamping PKH Kecamatan Ngaglik, dan 50 KPM PKH Kecamatan Ngaglik.

Sambutan dan pembukaan oleh perwakilan dari Kecamatan Ngaglik, menyampaikan bahwa acara ini tidak semua penerima PKH di undang, hanya perwakilan saja. Untuk disampaikan berkenaan dengan program PKH yang telah mengalami peningkatan secara ekonomi.

Feri Istanto (Dinsos Sleman) menyampaikan bahwa bantuan PKH bersyarat, syarat pertama memiliki komonen, syarat kedua masuk dalam keluarga prasejahtera. Penerima PKH yang di undang disini masuk dalam data desil 4 dan 4+. Bahwa secara system penerima PKH sudah tidak layak menerima bantua. Sebelum dihentikan oleh system, monggo bapak ibu penuh kesadaran diri dan dengan suka rela. Penerima program PKH apabila banyak yang mengundurkan diri makanya akan banyak peluang untuk yang lebih membutuhkan untuk mendapatkan bantuan PKH.

Supervisor PKH menyampaikan bagi penerima PKH bantuan tidak selamanya melekat pada diri KPM, bantuan PKH sebagai dana stimulan. Sehingga ada yang Namanya lulus dari kepesertaan PKH, dengan pendekatan mekanisme pemutahiran mandiri yang berisi lima poin, kita sampaikan kepada KPM PKH supaya ketika lulus dari kepesertaan PKH, mengetahui kenapa lulus. KPM diajak untuk melihat kembali untuk ke layakan sebagai penerima PKH? Beberapa KPM menyatakan siap untuk mengundurkan diri dari kepesertaan PKH setelah mendapatkan informasi, mereka siap untuk tidak ketergantungan pada bantuan. Melalui bantuan PKH sudah membantu akses anak ke sekolah, layanan kesehatan, sehingga bisa sebagai pembuka pintu rezeki yang lain.  

Pada saat sesi diakhir, diberikan waktu penerima program PKH untuk maju kedepan yang dengan suka rela untuk mengundurkan diri, ada 22 KPM PKH mengundurkan diri dari kepesertaan PKH dengan suka tanpa ada paksaan dari siapapun, merasa cukup dengan apa yang sudah ada dan sudah mampu secara ekonomi. Sebagaimana disampaikan oleh salah satu penerima PKH Sumiasih, semoga dengan bantuan PKH ini pembuka rezeki yang lain dan saya sudah merasa cukup, semoga bisa bergantian dengan yang lain dan lebih berhak untuk mendapatkan bantuan PKH. 

 Penulis : Sri Haryanti (SPV Kab. Sleman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *