MENAIKKAN EKONOMI KPM (MELALUI MATERI P2K2 MEMULAI USAHA)

 

SLEMAN – (17/2/2020) telah dilaksanakan monitoring pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2). Pertemuan ini dihadiri oleh 32 KPM PKH Dusun Blekik Sardonoharjo Ngaglik Sleman, pendamping PKH Kecamatan Ngaglik, Peksos atau Pendamping Sosial Kabupaten Sleman DIY.

Pertemuan dimulai dari pukul 10.00 – 12.30 WIB. Di mulai dengan materi P2K2, materi awal disampaikan oleh pendamping PKH Kecamatan Yuyun Dewi Masfufah, dalam materi dengan mengawali ide usaha apa saja? Dalam ide usaha ditekankan bagaimana ide usaha itu dilakukan dengan melihat adanya kekuatan peluang kelemahan ancaman. Dalam identifikasi ide usaha ada 11 KPM PKH yang memiliki usaha, seperti warung klontong-produksi jajanan-traktor-jajanan anak-rosok-jahit-jual sabun.

Materi dilanjutkan bagaimana merencanakan keuangan usaha, dengan membuat anggaran usaha per minggu, penting dilakukan untuk melihat apakah usaha mendapatkan keuntungan atau sebaliknya. Tahap terakhir adalah pemasaran, tahap penting yang harus dicermati, karena KPM PKH harus mengetahui bagaimana pemasaran usaha yang sudah ada ataupun yang akan baru memulai usaha. Sehingga barang dagangan laku di pemasaran.

Peksos Kabupaten atau Pendamping Sosial Kabupaten Sri Haryanti, melakukan identifikasi kepada 21 KPM PKH yang belum memiliki usaha, apakah setelah materi mendapatkan gambaran tentang ide usaha yang akan dilakukan? Paling tidak, ada tiga KPM PKH yang mengatakan memiliki rencana usaha, sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu KPM PKH Rosida, ia seorang ibu rumah tangga dan mendapatkan uang mingguan dari suami, untuk membantu ekonomi keluarga ia akan memulai membuka usaha warung klontong.

KPM PKH pada pertemuan kelompok bulan depan akan menceritakan pengalaman dalam memulai usahanya masing-masing, guna untuk berbagi pengalaman dengan KPM PKH yang lainnya. Bagaimana kendala yang dihadapi, dan tata cara mengelola hutang. Tidak jarang, karena banyaknya hutang, usaha menjadi tersendat, ujar Sri Indarini.

Dalam pertemuan ini, disampaikan juga tentang sosialisasi graduasi sejahtera mandiri. Berkaitan dengan mengapa menjadi KPM PKH? Syarat menjadi KPM PKH?. Sosialisasi disampaikan kepada KPM PKH untuk mengukur apakah masing-masing layak untuk menerima PKH. Graduasi merasa cukup apa yang telah di miliki saat ini, sehingga tidak ketergantungan bantuan PKH. Disampaikan juga lulus dari kepesertaan PKH dilihat melalui lima mekanisme pemutahiran mandiri.

Tahap terakhir, berdiskusi bersama KPM PKH terkait dengan laporan ODGJ anak KPM PKH. Yang membutuhkan rujukan dan pelayanan. informasi ODGJ kita rujuk pada LK3 Dinas Sosial Kabupaten Sleman untuk segera mendapatkan layanan rujukan dan pelayanan. dari informasi yang ada, KPM respon dengan permasalahan yang ada di sekitar maupun di masyarakat, bentuk dari  rangsangan materi P2K2 bagaimana pelaporan apabila di lingkungan tempat tinggal ada permasalahan sosial.  

 

 

 

 Penulis : Sri Haryanti (PEKSOS Kab. Sleman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *