BIMBINGAN TEKNIK E-PKH DIIKUTI SEBANYAK 245 SDM PKH KABUPATEN BANTUL

Bimtek SDM PPKH Kab. Bantul

Bimbingan Teknik E-PKH diikuti oleh seluruh SDM PKH Kabupaten Bantul sebanyak 245 peserta yang terdiri dari Pendamping, Administrator Pangkalan Data, Supervisor dan Koordinator PKH Kabupaten Bantul.  Bimtek E-PKH ini dilaksanakan 2 (dua) gelombang, gelombang I diselenggarakan pada hari Senin, 19 Agustus 2019 yang diikuti 81 SDM PKH, bertempat di Aula Gedung Dinas Koprasi UKM dan Perindustrian Kabupaten Bantul dan gelombang II dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Agustus 2019 sebanyak 162 SDM PKH,  bertempat di Balai Desa Bantul Kecamatan Bantul.

Bimtek E-PKH, dimulai dengan penjelasan dari Kepala Seksi Bantuan Fakir Miskin dan Korban Bencana Alam (BFMKB) Ibu Dra. Lestari Hardyaningsih, MM.  Beliau  menyampaikan bahwa alur data kemiskinan berawal dari verifikasi dan validasi (verivali) yang berasal dari Musyawarah Desa (MUSDES), dalam musyawarah desa harus ada berita acara dan hasil nya, kemudian data dari hasil musyawarah desa tersebut dilakukan  pengentrian data ke Aplikasi SIK–NG untuk masuk kedalam data BDT. Jadi bila ada KPM PKH yang belum masuk ke data BDT, tentunya bantuan PKH akan berhenti dengan sendirinya.

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi Aplikasi E-PKH Tahun 2019 oleh APD dari Dinas Sosial Provinsi Yogyakarta, Ibu Sofiyatun, S.Kom. Materi tentang aplikasi E–PKH secara rinci adalah menjelaskan tentang konsep dasar yang dimulai dari mekanisme PKH, Pengenalanan Aplikasi E-PKH dengan web dan dari Android, alur dasar E-PKH, konsep E-PKH android, pengenalan data E-PKH, konsep transaksi data, dan konsep Aproval.

Tidak terlepas dalam kegiatan tersebut, Koordinator Wilayah PPKH DIY, ibu Siti Maryatun memberikan arahan kepada seluruh SDM PPKH Kabupaten Bantul mengenai beberapa point penting yang harus diperhatikan, diantaranya ;

  1. Apabila tidak ada hubungan anak, maka tidak bisa masuk ke dalam komponen PKH
  2. Lanjut Usia tidak bisa menjadi pengurus
  3. Menggantikan pengurus harus satu rumah
  4. Apabila ada kasus yang awalnya kepengurusannya atas nama nenek dari seorang cucu yang menjadi komponen PKH, dan masih memiliki orang tuanya, maka harus segera mengganti pengurus atas nama orang tua.
  5. Apabila ada cucu, dan ternyata ada komponen lain, maka cucu tersebut dijadikan non komponen
  6. Lanjut Usia sebatang kara (tinggal sendirian) akan menjadi Non Eligible, kecuali Lanjut Usia yang tinggal menjadi satu dengan keluarga masih bisa Eligible (mendapatkan bantuan PKH), untuk sementara bila ada Lanjut Usia tinggal menjadi satu dengan keluarganya walaupun beda Kartu Keluarga / satu dapur / beda rumah satu tembok masih bisa Eligible
  7. Data Lanjut Usiadi Propindi DIY sebatang kara kurang lebih 500 KPM, tim sedang mengupayakan / berkoordinasi agar bisa masuk ke program bantuan lain
  8. Apabila ada KPM yang meninggal, dan keluarganya mengurus rekening di Bank diharapkan didampingi oleh pendamping, karena dikhawatirkan pihak Bank melakukan penutupan rekening, tentunya bantuan sudah tidak bisa tersalurkan dari pusat
  9. Apabila saat validasi yang diundang adalah orang tuanya, kemudian diketahui telah meninggal dan anaknya belum mencapai usia 17 Tahun, maka yang perlu dilakukan oleh pendamping adalah bisa mencari anggota keluarga yang lain yang sudah memiliki NIK
  10. Masalah KPM yang masuk ke desi 4 dan 4+, diharapkan pendamping dapat melakukan Non Eligible
  11. Target terkait KPM Graduasi Mandiri sekitar 8% dari jumlah KPM yang dimilikinya sekarang
  12. Diharapkan setiap pendamping membuat profil sebanyak 20 KPM yang siap digraduasi
  13. Lanjut usia yang bisa masuk dalam program PKH adalah Lanjut Usia yang berusia 70 Tahun
  14. Aplikasi P2K2 di E-PKH, diharapkan pendamping sudah membagikan kelompok di pertemuan kelompok P2K2, setelah pembagian kelompok selesai mulai dilakukan pengisian di session setiap bulan terhadap semua kelompok yang didampingi, dan pengisian sesi diperbolehkan satu sesi dapat di bagi menjadi dua pertemuan atau setengah sesi, dan khusus bagian ekonomi dapat dibagi menjadi tiga pertemuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *