SUKSES USAHA LAUNDRY

Ibu Suparti merupakan KPM PKH yang tinggal di lingkungan Besi, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan  Ngaglik, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. Ibu dari dua orang anak yang bernama Eni Yuliastuti dan Yuni Dwi Lestari.

Sejak tahun 2016, Ibu Suparti mendapatkan bantuan PKH dan bantuan tersebut sangat membantu kehidupan perekonomian keluarga karena uang yang didapatkan dari pekerjaan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan uang bantuan PKH digunakan untuk membayar biaya sekolah.

Awal mulanya Ibu Suparti hanya bekerja di Griya Perwita, Desa Sukoharjo sebagai assisten rumah tangga. Tetapi di tahun 2017 Ibu Suparti memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memilih membuka usaha Laundry dengan anak tertuanya, yang bernama Eni Yuliastuti. Yang sebelumnya mempunyai pengalaman bekerja di laundry.

Biaya pembukaan usaha laundry berasal dari tabungan anaknya. Dengan terlebih dahalu hanya mampu membeli mesin cuci sebanyak satu buah. Setelah satu bulan membuka usaha, Ibu Suparti mampu membeli setrika uap sebanyak satu buah. Lalu mampu membeli mesin cuci sebanyak dua buah, dan setelah setengah bulan kemudian mampu menambah dua mesin pengering.  Sehingga total aset yang dimiliki saat ini adalah tiga buah mesin cuci, satu buah setrika uap dan dua buah mesin pengering. Bahkan dalam waktu dekat ini, Ibu Suparti berencana menambah mesin pengering sebanyak satu buah.

Customer jasa laundry Ibu Suparti berasal dari perumahan dan anak kos. Bahkan anak kos yang tempat tinggalnya jauh dari Laundry Ibu Suparti tetap menggunakan jasa Laundry Ibu Suparti. Rata-rata anak kos tersebut berasal dari Desa sebelah yaitu Desa Sardonoharjo (Dusun Candi Karang & Dusun Candi Mendiro).

Dalam satu hari, orderan yang masuk mencapai 100 kilogram bahkan lebih. Sedangkan saat hari libur dapat mencapai 80 kilogram dalam satu hari. Dengan harga 1 kilogramnya sebesar Rp 4.000,-. Jika dihitung dalam sehari Ibu Suparti mendapatkan omset 100 kilogram X Rp 4.000,- = Rp 400.000,-/bulan. Sedangkan dalam satu bulan mendapatkan omset Rp 12.000.000,-. Dari omset tersebut, Ibu Suparti mampu memperkerjakan satu orang karyawan dengan gaji Rp 900.000,-/bulan karena orderan laundry yang sangat banyak dan membludak. Bahkan Ibu Suparti kadang merasa kuwalahan.

Oleh karena itu per tanggal 29 Januari 2019, Ibu Suparti memutuskan untuk mengundurkan diri dari peserta PKH karena merasa bahwa dari usaha Laundrynya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hiduppnya sehari-hari dan biaya sekolah anaknya.

Penulis : Ratih Nur Aini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *