SOSIALISASI JAMINAN SOSIAL MOTIVASI KPM GRADUASI SEJAHTERA MANDIRI TEMPEL SLEMAN

SLEMAN – Rabu (10/4/2019) di Balai Desa Merdikorejo Tempel Kabupaten Sleman telah dilakukan sosialisasi jaminan sosial motivasi KPM Graduasi Sejahtera Mandiri (GSM) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sosialiasi ini dilakukan oleh Kepala Desa Merdikorejo, Camat Kecamatan Tempel, Dinas Sosial DIY, supervisor serta pendamping sosial.

Selaku Kades Merdikerto, Bambang Purasto memberikan pengarahan dan motivasi tentang etos kerja yang harus ada pada jiwa KPM.  Menurut Bambang Purasto, bekerja harus dimulai dari hal-hal yang kecil, yang terus dikembangkan secara berkala. Lambat laun, jika KPM setia dengan hal yang remeh, bisa jadi ia akan mendapatkan hal lebih besar. Selain memberikan motivasi Bambang juga memberikan tips khusus tentang bagaimana melakukan kerja yang ekonomis. Tips tersebut antara lain memisahkan dana modal dengan kebutuhan sehari-hari, membuat administrasi dan pembukuan yang baik, perencanaan dan memilih tempat usaha yang tepat, dan yang terakhir adalah doa yang tidak boleh berhenti saat usaha itu dilakukan.

Camat Tempel, Setiharno menekankan agar KPM selalu berfikir untuk mandiri, tidak terlena dan nyaman dengan aneka bantuan yang diterima. Kemandirian KPM adalah indikasi tercapainya program. Demi menjembatani kemandirian ini, KPM harusnya tergabung dengan UMKM yang berada di wilayah KPM. Aneka yang usaha yang ada di UMKM, harus dimanfaatkan oleh KPM untuk membuka pintu usaha. Kearifan lokal yang ada selayaknya menjadi pendekatan kemajuan ekonomi bagi UMKM, serta memacu perekonomian KPM. Setiharno meyakini jika UMKM dan KPM terjalin dengan baik, kemandirian ekonomi itu dapat tercapai dengan maksimal.   

Kepala Seksi Dinas Sosial DIY, Mulyanta, memberi penekanan bahwa bantuan itu tidak akan diterima  KPM selamanya. Bantuan kepada KPM adalah bantuan stimulan demi terwujudnya keluarga yang mandiri secara ekonomi.  Mulyanta menjelaskan bahwa pemerintah memiliki target pengentasan kemiskinan, untuk keluarga miskin dan keluarga rentan miskin.  Dengan demikian, keluarga yang tidak mengalami kemajuan ekonomilah yang menjadi prioritas untuk di entaskan dari kemiskinan. Sedangkan ukuran pengentasan ekonomi adalah kemandiran dari KPM itu sendiri. Sikap untuk menjadi mandiri mutlak dimiliki KPM, karena kemandirian KPM adalah indikator program pemerintah bisa dikatakan berhasil.

Dalam acara ini, ada enam KPM PKH dari dusun Soka martani, Soka tegal, Sono wetan, Sono kulon, Jlegongan yang menyatakan keluar dari kepersertaan PKH. KPM Graduasi tersebut adalah Muhdiyono, Wahyuningsih, Yuni Lestari, Selfi Sugiarto, Titik dan Sumartiningsih. Menurut pengakuan mereka, bantuan PKH telah memberi keleluasaan untuk mengembang ekonomi keluarga. Muhdiyono misalnya, setelah mendapatkan bantuan PKH ia memiliki keleluasaan dalam mengembangkan usahanya di bidang Sewa Sound System dan servis TV. Selain itu juga ada Wahyuningsih yang mampu mengembangkan usaha mebel di rumahnya. Sementara Selfi Sugiarto, Titik dan Sumartiningsih mengaku bahwa keluarga mereka telah mengalami kenaikan ekonomi. Bantuan PKH secara langsung dan tidak langsung berkontribusi terhadap keluarga tersebut dalam menata ekonomi keluarga.  

 

 

Penulis : Sri Haryanti

(Supervisor Kab. Sleman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *