SAMBUNG RASA, AJAK KPM PKH PUNDONG UNTUK BERANI GRADUASI MANDIRI

Foto bersama seluruh Graduasi Mandiri PKH Pundong

 

Kalau kita ingin menjadi Kaya, Kaya kan dulu mental kita dan hati kita” ucap Mutmainah, salah satu KPM Graduasi Mandiri PKH Kecamatan Pundong.

Senin (25/02), telah terselenggara kegiatan motivasi Sambung Rasa dengan tema “Bersama PKH Menuju Keluarga Sejahtera”. Kegiatan ini dihadiri oleh 65 KPM PKH Kecamatan Pundong, 54 Peserta Graduasi Mandiri Kecamatan Pundong dari tahun 2013 hingga 2019. Dengan rincian pada tahun 2019 peserta graduasi mandiri sebanyak 25 orang, Tahun 2018 sebanyak 19 orang, 2007 sebanyak 7 orang, 2015 ada 2 orang dan 2013 sebanyak 1 orang.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Pendamping PKH Kecamatan Pundong dengan Camat Pundong, ASN dan non ASN Kecamatan Pundong, KUA Kecamatan Pundong, Supervisor PKH, Korkab Bantul, Pemerintah Desa Srihardono, Seloharjo, Panjangejo, Babinkantib Pundong, dan TKPK Pundong.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKH. Kemudian dilanjutkan pemberian motivasi oleh Ibu  Sri Umayati, S.H selaku Camat Pundong.  Sesi ini dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada seluruh KPM Graduasi Mandiri PKH Kecamatan Pundong. Pemberian penghargaan ini berupa pembagian sertifikat yang diserahkan oleh Camat Pundong, Babinkantib dan Korkab Bantul kepada seluruh KPM Graduasi Mandiri. Selanjutnya, 3 dari seluruh KPM Graduasi Mandiri  memberikan testimoninya alasan mereka menyatakan mundur dari PKH.

“Salah satu alasan saya mundur yakni saya merasa beban berat menerima PKH, saya seorang pedagang daging ayam di pasar, suami bekerja serabutan, saya tidak memiliki mobil, sawah atau pekarangan yang luas. Tapi saya telah mantap menyatakan mundur, setiap hari saya bekerja di pasar, dimana mayoritas mereka adalah orang-orang yang ekonomi menengah kebawah. Banyak yang keadaanya jauh lebih membutuhkan dari pada saya sedangkan mereka tidak mendapatkan PKH” ucap Sumiyati, KPM kohort 2016 yang beralamat di Seyegan Srihardono Pundong.

Hal senada juga di sampaikan oleh Mukijem yang beralamat di dusun Dukuh. “Saya Kembalikan PKH Untuk mereka yang lebih membutuhkan daripada saya”. Beliau adalah KPM komponen lansia yakni ibunya, waktu menerima PKH beliau mengalami sakit dan tidak bisa bekerja, suaminya adalah tukang becak. “Kini, saya sudah sembuh dan bisa bekerja, Insyaa Allah saya bisa merawat orangtua saya sendiri tanpa bantuan PKH. Dulu orangtua saya bisa merawat saya tanpa bantuan, kini menjadi tugas saya untuk membalasnya”. Tegas Mukijem

Cukup, itu letaknya di hati. Dan dia berada tepat dibawah rasa syukurmu. Maka bersyukurlah agar hatimu merasa cukup. Hal serupa juga tegaskan oleh Mutmainah yang beralamat di Panjang. “Kalau kita ingin Kaya, hal pertama yang harus dilakukan adalah kaya kan lah mentalmu dan hatimu. Untuk membuat mental kaya, bersenanglah untuk memberi bukan meminta dan menerima” ucap ibu dua anak ini.

Selanjutnya setelah sesi testimoni usai, acara dilanjutkan dengan pemberian motivasi kerohanian oleh Bapak Abdul Rozaq, Penyuluh KUA Pundong yang memberikan materi mengenai nikmat syukur. Beliau berpesan selalu “Barang siapa beryukur, maka allah akan memberikan lebih. Tapi jika engkau ingkar, sesungguhnya azab Allah sangat pedih”. Kemudian, Narasumber penutup oleh ibu Damar Kuntari selaku Korkab Bantul yang memberikan motivasi kisah-kisah KPM Graduasi Mandiri yang diharapkan menjadi inspirasi bagi KPM. Di akhir sesi, korkab menawarkan siapa yang berani hari ini di tempat ini juga menyatakan berani mundur dari PKH. Dan tak di sangka, ada 9 KPM PKH yang menyatakan siap dan berani mundur dari PKH.

Kesembilan KPM tersebut kemudian menandatangani surat pernyataan mundur dari PKH dan memberikan testimoninya alasan mundur dari PKH. Nurhayati, Salah satu KPM yang mundur menyampaikan bahwa beliau sudah 5 tahun menjadi KPM PKH, sudah terbantu banyak sekali tidak hanya materi berupa uang akan tetapi berkat FDS, beliau mempraktekan modul ekonomi. Beliau sishkan setiap hari menabung 20.000 dan sudah 5 tahun. Selain itu uang PKH juga disisihkan untuk ditabung selama 5 tahun ini, Ucap ibu yang sehari hari sebagai ibu rumah tangga dan suaminya pedangang somai keliling.

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada kesembilan KPM PKH Graduasi Mandiri, dan penyampaian apresiasi oleh camat Pundong serta diakhiri dengan sesi foto bersama. Semoga melalui kegiatan ini dapat memotivasi KPM untuk berani dan lantang mengatakan “Saya Mundur dari PKH”. (desi rindi)

 

Nama: Desi Rindi Rahmawati (Pendamping PKH Kecamatan Pundong)

Editor : Evi Mulyati, S.ST, M.Si (Pekerja Sosial Supervisor PKH Kabupaten Bantul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *