BERWIRAUSAHA JALAN MENUJU SEJAHTERA

Dlingo, rasa syukur atas nikmat Allah yang telah melepaskan blenggu kemiskinan dengan wasilah bantuan dari pemerintah dan KPM PKH berikhtiar dengan jalan berwirausaha. Dalam kontek ini Program Keluarga Harapan, PKH sebagai salah satu program andalan dalam mengurangi angka kemiskinan  dan beban keluarga di bidang pendidikan dan kesehatan dalam pemerintah Presiden RI, H. Ir. Joko Widodo dan Drs. H. Yusuf Kalla.

Pendamping PKH Kec. Dlingo, Rustam Nawawi mengatakan Ibu Sutriyem/Triyem adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2016 lalu dengan alamat Pedukuhan Dodogan RT.002 Jatimulyo Dlingo Bantul D.I. Yogyakarta. Setelah melakukan pertemuan kelompok yaitu pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) atau Family Development Sesion (FDS) Ibu Sutriyem menemui pendamping untuk mengutarakan niat mulianya yaitu mengundurkan secara suka rela (graduasi mandiri) dari kepersertaan PKH karena telah mengalami peningkatan ekomomi keluarga.

Ikhtiar keluarga untuk mengubah nasib itu berawal dari suami Ibu Sutriyem/Triyem berdagang keliling seperti dipan, meja kursi dll sejak tahun 1985 setelah lulus SD dan kemudia pada tahun 2013 suaminya mencoba model baru dengan membeli bahan mentah kemudian diolah sendiri agar menjadi produk mebel. Hasil pruduksinya ini ia jual ke luar kota tepatnya di Kab. Wonosobo dan modol awal dibantu meminjam dana kredit usaha produktif (KUR) sejumlah Rp. 25.000.000,-. Cita-cita orang tua yaitu ingin pendidikan anaknya sukses, dengan izin Allah dan bantuan pemerintah dapat meringankan biaya pendidikan anaknya terutama yang duduk di bangku SD dan sedangkan yang pertama bernama Fitri Aning dapat menyelesaikan Strata 1 (S 1) di Universitas Respati Yogyakarta mengambil jurusan Gizi, ia masuk kuliah tahun 2014 dan lulus tahun 2018, semoga ilmunya bermanfaat. Ia juga berkeinginan meneruskan ke Pascasarjana tetapi masih belum punya biaya. Papar C.E.O Bimbel Nurus Jogja yang dulunya juga Graduasi mandiri.

Rustam menambahkan bahwa terdapat dua orang lagi KPM PKH telah menjadi  keluarga inspiratif seperti Ibu Suparmi dan Ibu Martiniyati.  Ibu Suparmi adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2016 lalu dengan alamat Pedukuhan Dodogan RT. 005 Jatimulyo Dlingo Bantul D.I. Yogyakarta. Ibu Suparmi merupakan Ibu Rukun Tetangga ( RT) menjadi wanita inspiratif dalam fersi PKH, karena telah mantab untuk mengundurkan secara suka rela (graduasi mandiri) dari kepersertaan PKH karena telah mengalami peningkatan ekomomi dari hasil ternak sapi dan buruh rajututan tali basah yang disetori dari Kulon Progo dan membantu suaminya bertani.

Sedangkan Ibu Martiniati kisahnya dari Dodogan RT. 007 itu mengisahkan perjalanan karirnya yaitu berawal ikut orang tua pada awal pasca menikah, alhamdulillah sekarang sudah bisa membangun rumah sendiri walau harus disambi-sambi yang dimulai semenjak tahun 2016. Kondisi suami masih ikut orang yaitu karyawan proyek bangunan di Kab. Magelang Jawa Tengah. Sedangkan pengerus tetap istiqomah di anggota KUBE (kelompok usaha bersama) PKH untuk mengisi kesibukan sambil mengasuh anak dengan lokasi di Pasar Dododan Jatimulyo Dlingo. Selain itu, setelah pulang dari menjaga warung KUBE ia manambah kegiatannya dengan buruh kerajinan anyaman untuk menambah kebutuhan keluarga dan turut mengelola pertanian bersama orang tuanya.

Ketiga KPM PKH itu merupakan dampingan Rustam  yang bermental kaya memiliki niat mulia untuk graduasi mandiri karena adanya rasa bersyukur atas nikmat dan rizki dari Allah S.W.T.  dan selain itu mereka merasa tidak nyaman ketika memperoleh bantuan padahal mereka masih mampu untuk memenuhi kebutuhan sehingga takut ketika menerima bantuan yang tidak berkah dan terlebih takut do’a yang membuat mereka benar-benar menjadi miskin.

 

Semoga kisah-kisah inspiratif dari ketiga Emak-emak yang sukses berwirausaha ini sebagai jalan menuju sejahtera. Bagi mereka graduasi mandiri merupakan solusi agar keluar dari kemiskinan. Mereka mengjak kedapa KPM PKH yang sudah sejahtera untuk memiliki kesadaran pentingnya bermentalkaya. Karena, kita tahu diluar sana masih terdapat saudara-saudara kita lainnya yang lebih membutuhkan.

 

Penulis : Rustam Nawawi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *