GRADUASI MANDIRI SEJAHTERA KELUAR DARI KEMISKINAN

SLEMAN – Selasa (29/1/2019) telah dilakukan graduasi mandiri sejahtera bagi keluarga penerima manfaat (KPM) oleh pendamping dan supervisor. Kegiatan itu dilaksanakan di Gondang Lutung Donoharjo Ngaglik Kabupaten Sleman. Ditemui dikediamannya, Tupo Priyanto (38 tahun) dan istrinya Suranti (36 tanun) menyatakan telah keluar dari kepesertaan program keluarga harapan (PKH). Keluarga ini menyatakan telah mengalami peningkatan secara ekonomi. Bantuan dari PKH telah membuat keduanya lebih sejahtera dan mampu hidup di kaki sendiri.

Tupo Priyanto dan istri mendapatkan bantuan PKH pada tahun 2016.  Pada saat itu, mereka berpenghasilan kurang lebih satu juta perbulan. Penghasilan yang jauh dari mencukupi untuk kebutuhan keluarga mereka. Penghasilan itu didapatkan dari usaha yang baru mereka rintis dan penghasilan suranti yang bekerja sebagai buruh cuci keliling di kampungnya. Selama ini, bantuan PKH digunakannya untuk kebutuhan anak sekolah. Apabila dibandingkan dengan seluruh kebutuhan rumah tangganya, bantuan PKH ini terlihat sangat kecil. Namun demikian, bantuan PKH ini menjadi sangat signifikan karena mampu membantu kebutuhan anaknya yang masih sekolah. Bantuan sekolah ini, ternyata membantunya lebih fokus mengurusi usaha yang sedang dirintisnya. Pada saat mendapat bantuan PKH, keluarga ini sedang mengawali usaha penyewaan sound system. Bantuan PKH, terkadang bisa jadi dana taktis ketika butuh untuk pengembangan usaha. Saat ini, usaha mereka telah berkembang dengan baik, selain penyewaan sound system, ada juga servis tv dan usaha pembuatan kitchen set yang berkerjasama dengan temannya. Setelah berkembang rata-rata penghasilan keluarga mereka saat ini adalah tiga juta lebih perbulan.

 

Tupo Priyanto dan istri sangat berterimakasih kepada bantuan PKH, selama kurang lebih dua tahun telah mendapatkan bantuan dari PKH.  Namun saat ini, Tupo dan Istri merasa telah berdaya, yang sudah terlalu tidak membutuhkan bantuan lagi. Bagi mereka, masih banyak keluarga yang lebih membutuhkan bantuan.  Dengan kesadaran inilah, mereka berani mengatakan bahwa mereka sudah berdaya saat ini, dan melepaskan diri dari bantuan PKH.  Mereka juga mengaku senang telah mandiri dan keluar dari kepesertaan PKH. Keputusan keluar dari kepesertaan PKH tidak lepas dari usaha pendamping PKH yang dalam setiap pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) selalu mengkomunikasikan dan memberikan motivasi supaya lebih berdaya dengan potensi yang dimiliki, mengembangan usaha, memulai usaha sesuai dengan minat.

 

Penulis : Sri Haryanti (Supervisor Kab. Sleman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *