ANAK DARI KPM PKH DARI KECAMATAN DLINGO KABUPATEN BANTUL BERANI KULIAH DENGAN JALUR MANDIRI

Tika Melinda terlahir di Bantul, 9 April 1997. Ia merupakan putri pertama dari pasangan Bapak Paijan dan Ibu Jumikem, seorang anak KPM PKH Kec. Dlingo dampingan dari Rustam Nawawi Pendamping PKH Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul D.I. Yogyakarta. Tika saat ini  sedang meneruskan studinya S1 di Universitas PGRI Yogyakarta jurusan teknik informatika dengan biaya sendiri. Karena, ia menyadiri kondisi keduanya berprofesi sebagai buruh harian lepas yang tidak pasti penghasilannya untuk menghidupi keluarganya.

Setalah melakukan home visit dirumah KPM yaitu Bapak Paijan dan Ibu Jumikem, di Pedukuhan Lemahbang RT 25 yang di temani anaknya yang kuliah bernama Tika panggilan akrapnya. Tika  merupakan anak pertama dari dua bersaudara, adik ia perempuan sekarang berada kelas 8 di SMP N 2 Dlingo. Latar belakang pendidikan ia adalah TK aisiyah bustanul atfal di Lemahbang, SD Negeri Sukorame, SMP Taman Dewasa 2 Dlingo, SMK Pembangunan Dlingo dan sekarang ini sedang menempuh. Berikut prestasi yang telah diraihnya:  

No Tingkat sekolah Jenis Prestasi Juara
1 SMA mengikuti lomba MSQ di tingkat kecamatan dlingo 3
    Cerdas Cermat Agama di tingkat kecamatan dlingo 2
       
2 S1 Universitas PGRI Yogyakarta Mandiri

 

Mengukir cita-cita

Semangat menjemput cita-cita mulia Tika itu digelorakan dalam dadanya apapun resikonya, termasuk dia harus  membiayai sendri kulianya tersebut. Ia harus melewati proses dalam rangkai meraih cita-cita itu, sejak sejak lulus dari bangku SD ia memiliki keingan merasakan belajar di SMPN, akan tetapi takdir berkata lain  itu menghendaki untuk belajar di SMP Swasta dengan jarak tempuh sekitar 1 km. Suatu hari ia mengutarakan keingannya agar dapat menjutkan mencari ilmu ke jenjang SMA tepatnya di SMK, sempat nyaris tidak direstui orang tuanya dikarenakan biaya cukup tinggi, hal ini tidak sebanding dengan penghasilan dari kedua orang tua. Perasaan hatinya mulai kalut dan rasa kekewatiran berkecambuk bahwa akankah keinginannya untuk menjadi sarjana berahir disini?.  Namun, pertolongan Allah S.W.T. itu nyata hadirnya kepada hambanya dengan lantaran terbuka pintu hati kedua orang tuanya memberkan lampu hijau untuknya agar melanjutkan pendidikannya.

 

Menuju Kampus

Hari berganti hari, tiada terasa dipenghujung tahun mengahiri masa-masa indah di sekolah, akhirnya suka duka di jenjang SLTA dapat terselesaikan bernama SMK Pembangunan Dlingo almamater tercinta Tika. Namun, keinginannya untuk mendalami ilmu di perguruan tinggi tidak sebaik nasip temannya yang bisa langsung ke perguruan tinggi. Ia memutar otak bagaima cara bisa menginjakkan kaki di sebuah kampus, namun belum membuahkan hasil yang menyenangkan. Sehungga, ia harus rela selama satu satu tahun mempersiakan diri agar bisa kuliah di Perguan Tinggi Negeri dan apa bila rancana awal nantinya belum berhasil maka ia punya rencana ke dua yaitu bekerja yang hasilnya di tabung. Tabungan itu disiapkan untuk masuk di Perguruan Tinggi Swasta untuk mendukung rencanya ke dua apabila rencana pertama tadi belum berhasil.

 

Kuliah dan kerja

Keseharian Tika bekerja di mini market di Imogiri dan teman-teman ia pun banyak yang bekerja di pabrik dan ke luar negeri. Tentunya masa 1 tahun itu banyak sekali godaannya, banyak orang meng iming-imingi ia apa kamu ga mau uang banyak ? di pabrik gajinya 1-2 juta dalam sebulan sedangkan di toko gajinya mentok 600 rb kan. Tetapi, ia dengan bangga menjawab untuk saat ini yang ada dalam fikiran adalah bukan uang tapi yang ada di dalam fikiranku adalah bagaimana caranya tahun depan aku bisa kulih, kuliah dan kuliah, soal gaji yang Cuma 600rb sebulan tadi yang penting aku bisa mensyukuri semua ini insyallah aku merasakan kecukupan.

Keuletan dan tekat Tika yang hidup di era melenial dimana banyak remaja seusianya memilih gaya hidup serba instan, masa-masa bermain dan masa asyiknya pubertas mengenal lawan jenis merajut cinta. Namun  ia mampu tidak tergoda dengan hal itu, ia memilih melabuhkan hatinya untuk mencintai ilmu. Semangat belajar yang luar bisa dari remaja bernama Tika ini, keterbatas ekonomi orang tua tidak menjadi penghalang untuk ia di maju mengejar cita-cita. Pandangan penulis bahwa apabila manusia itu memiliki ilmu maka harta, tahta dan jodoh akan datang menghapirinya, yakinlah.

 

Tika Melinda di Mata Pekerja Sosial Supervisor dan Pendamping

Menurut Pendamping sebelum penulis yaitu Rosyiid Syamsul Anwar, S.Pd.I yang sekarang Korcam PKH Kec. Dlingo yang barusaja terpilih kembali untuk 2 priodenya 2017 -2018 dan 2018-2019 mengatakan bahwa Tika Melinda anaknya pintar, rajin dan mandiri ditambah semangat haus ilmu. Jadilah anak yang membuat bangga orang tua bukan sebaliknya dan persembahkan hasil kuliah yang terbaik itu nantinya akan  mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan. Selain Tika, masih banyak anak KPM di Kec. Dlingo yang perlu ditulis profilnya untuk meispirasi lainya.

Tim PKH Pekerja Sosial Supervisor dan Pendamping bahwa pada saat itu kami hanya melihat harapan besar yang terpacar dari wajah Tika dan di sisilain sosok orang tuanya dengan segala keterbatasan ekonomi yang dimiliki keluarga sangatlah jauh dari angan–angan seorang orang tua bahwa anakanya bisa melanjutkan di perguruan tinggi swasta  yang sekarang sudah semester V. Kami berharap pemerintah juga dapat menggulirkan program dan dukungan kepada KPM PKH seperti keluarga Bapak Paijan yang memiliki beban berat mengulihkan anaknya.

Pekerja Sosial Supervisor dan Pendampingpun  senantia memberikan informasi tentang berbagai macam mengenai beasiwa, dan untuk motivasi untuk  Tika yaitu harus selalu semangat kuluiah walau harus sambil bekerja untuk meraih cita-citanya.

Semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi semua anak indonesia untuk selalu  tetap semangat mengejar cita-cita, walaupun dengan segala keterbatasan situasi dan kondisi apapun yang mereka hadapi, tidak ada kata patah semangat karena masalah yang dihadapi, namun jadikanlah masalah yang kita hadapi sebagai kekuatan dan penyemangat untuk meraih cita-cita dan selalu mengukir prestasi.

PENULIS : Rustam Nawawi, S.Pd.I

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *