PENCAIRAN BKK UEP KPM PKH GRADUASI 2018 PRAMBANAN SLEMAN

 

Prambanan, selasa (13/11/2018) telah diadakan Pencairan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Usaha Ekonomi Produktif (UEP) PKH Graduasi 2018. Acara tersebut diadakan di Aula Budi Pekerti Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Hadir di acara ini pejabat Dinas Sosial DIY, delegasi Dinas Sosial Sleman, Camat Prambanan, petugas Bank BPD, 5 orang Pendamping BKK UEP Kecamatan Sleman, juga pendamping program keluarga harapan (PKH) Prambanan Sleman.

 

Menurut Reni (Staf Dinas Sleman) bantuan BKK UEP untuk KPM PKH Graduasi baru pertama kali dilaksanakan di DIY. Sehingga kegiatan di Kecamatan Prambanan ini, bisa dikatakan merupakan kegiatan perdana, yang dihadiri KPM graduasi mandiri penerima UEP yang berjumlah 48 orang dari Kecamatan Prambanan. Sebelumnya telah diadakan sosialisai dan assesment, berupa tes tertulis dan wawancara, dengan jumlah total peserta 100 KPM dan terseleksi hingga lulus total 48 KPM, dan mereka mendapatkan bantuan sebesar Rp. 2.300.000,00.-

Demi maksimalisasi program 48 KPM tidak dilepas begitu saja, melainkan akan mendapatkan pendampingan dan fasilitasi dari pendamping PKH setempat. Dalam hal ini dibagi berdasarkan wilayah, yakni wilayah Sambirejo, Wukirharjo, Gayamharjo, Sumberharjo, Madurejo, dan Bokoharjo.  Pedamping PKH yang akan mendampingi dan menjadi fasilitator adalah Rini Widyawati (10 KPM), Ariani Fauziah (10 KPM), Rita Wahyu Erawati (10 KPM), Martono (8 KPM), dan Syaiful Hermawan (10 KPM).

 

KPM PKH Graduasi mandiri akan mengembangkan usahanya, di mulai dengan perencanaan, yang dibuktikan dengan pembuatan rencana anggaran belanja (RAB), pencairan bantuan melalui Bank BPD, kemudian membelanjakan sesuai dengan RAB yang diajukan. Dari semua proses kegiatan KPM PKH graduasi, posisi pendamping PKH adalah pendampingan sekaligus pemantauan.

Dalam sambutannya Eko Suhargono (Camat Prambanan) bahwa KPM harus mau bekerja keras tidak mengenal waktu dalam menjalankan usahanya, tidak hanya kridho lumahing (hanya berharap menerima bantuan dari pemerintah) saja. Bantuan ini diharapkan mampu menjadikan usaha mandiri, serta mampu berkembang. Dengan demikian KPM berkemampuan ekonomi lebih baik, yang tentu saja tidak membutuhkan bantuan lagi. Camat Prambanan juga mendorong KPM untuk dapat menjalankan usaha dengan mengutamakan kualitas produk agar mampu bersaing di dunia usaha yang lebih luas.

 

 

 

 

Penulis : Sri Haryanti (Supervisor Kab. Sleman

Dan Rita Wahyu E (Pendamping Kec. Prambanan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *