EVALUASI KEGIATAN P2K2 PKH KABUPATEN BANTUL

03 NOVEMBER 2018

Program Keluarga Harapan memberikan ruang asistensi yang cukup comprehensive pada penerima manfaat melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh pendamping. Salah satu kegiatan asistensi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas hidup penerima manfaat Program Keluarga Harapan adalah P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) dengan berbagai materi dasar yang sangat dekat dengan kehidupan sehari hari penerima manfaat seperti Pendidikan yang meliputi pengasuhan anak, Ekonomi seperti pengelolaan keuangan keluarga, memulai usaha, bidang kesehatan bagaimana membentuk lingkungan rumah yang sehat untuk keluarga dan juga materi pendukung bidang Kesejahteraan social tentang Penyandang Disabilitas Berat dan Lansia.

Kementrian Sosial Republik Indonesia bersama Dinas Sosial di Daerah mempersiapkan pelaksanaan P2K2 dengan memberikan pembekalan pada pendamping melalui Diklat P2K2 sebelumnya. Walaupun belum seluruh pendamping mengikuti Diklat yang diselenggarakan oleh Kemensos melalui Balai Diklat namun kewajiban melaksanakan P2K2 tetap berlaku bagi seluruh pendamping. Untuk memenuhi kewajiban ini supervisor dan Dinas Sosial bekerja sama menginisiasi coaching mandiri bagi pendampin yang belum mengikuti diklat sehingga memiliki bekal ketrampilan memfasilitasi P2K2 di kelompok masing masing.

Kegiatan P2K2 telah mulai dilaksanakan lebih dari satu tahun hingga tahun 2018, sehingga perlu diadakan evaluasi dari pihak Kemensos sebagai pemilik Program dan pihak terkait seperti Bappenas dan Badiklit. Evaluasi ini bertujuan untuk melihat dampak program dan perbaikan perbaikan yang telah terjadi setelah pelaksanaan P2K2 ini bagi Penerima Manfaat PKH. Evaluasi di Kabupaten Bantul dilaksanakan pada tanggal 03 November 2018 di Kecamatan Bantul dengan menghadirkan pendamping, supervisor dan perwakilan KPM.

Dalam kegiatan ini perwakilan dari Kemensos, Bappenas dan Badiklit menggali persoalan dan kendala yang dihadapi oleh pendamping dalam pelaksanaan P2K2 dan juga menggali sejauh mana kebermanfaatan program ini. Berbagai persoalan muncul seperti kendala teknis, kendala internal dan eksternal seperti beban tugas pendamping yang kadang kadang menuntut pendamping menyelesaikan dalam waktu sempit, peserta sangat pelan memahami materi dan kendala lain seperti sarana pertemuan yang belum memadai.

Harapannya evaluasi ini bisa menjadi motivasi bagi pendamping untuk memperbaiki pelaksanan P2K2 sehingga berdampak maksimal bagi peningkatan kapasitas dan kualitas hidup peserta PKH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *