PEMBERIAN PIAGAM DAN HADIAH BAGI 31 KPM GRADUASI MANDIRI PRAMBANAN SLEMAN

Prambanan, Selasa (30/10/2018) telah diadakan Dana Sosial (DANSOS) dan Peresmian Kantor
Badan Kerjasama Antar Desa – Unit Pengelola Kegiatan (BKAD-UPK) Kecamatan Prambanan.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Sleman, anggota dewan dan pejabat Dinas Sosial Sleman. Acara
ini juga menghadirkan 15 orang Pendamping program keluarga harapan (PKH) Prambanan serta
31 orang KPM PKH Graduasi Kecamatan Prambanan.

Disampaikan Sri Purnomo (Bupati Sleman) bahwa dana sosial UPK ini bisa terus dimanfaatkan,
untuk membantu permodalan kegiatan ekonomi produktif. UPK harus mampu berkontribusi
terhadap pengembangan usaha yang dijalankan baik yang sedang memulai usaha maupun yang
sudah berjalan. Selain itu, UPK harus tepat sasaran kepada masyarakat kurang mampu. Sri
Purnomo juga menegaskan bahwa KPM harus diberi akses dan kesempatan mengaktualisaikan
diri dalam bentuk kegiatan ekonomi dan mandiri. Namun demikian Sri Purnomo menggaris
bawahi bahwa anggota KPM PKH yang memiliki keinginan kuat untuk berkembang dan maju
harus menjadi prioritas. Harapannya setelah terfasilitasi dengan baik, mereka (KPM) berani
lepas dari bantuan, dan memiliki kemandirian secara mental ekonomi, berdaya, dengan usaha
yang sudah dilakukannya.

Pada hari yang sama juga diselenggarakan peresmian gedung UPK, yang kedepan akan
digunakan sebagai tempat peminjaman modal usaha KPM. Tidak kurang dari 200 kelompok
KPM akan terfasilitasi dengan peminjaman dana tunai. Selain itu juga diadakan pengukuhan Tim
Reaksi Cepat (TRC) Linmas Kecamatan Prambanan, serta diadakan pemberian piagam
penghargaan dan pemberian PIN dengan tulisan “Berani Jujur Itu Hebat”. Acara berikutnya
adalah pemberian bingkisan bagi 31 KPM PKH graduasi mandiri. Dilanjuitkan pemberian
bantuan sosial kepada kelompok program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) seperti

etalase, alat-alat pertanian, kambing, sepeda, alat tukang, alat penggorengan. Dan yang terakhir
launcing buku destinasi prambanan sebagai objek wisata nasional.

Tujuan kegiatan kali ini adalah sebagai pemantik agar setiap tahun UPK menyelenggarakan
agenda dansos kepada anggota melalui modal bergerak. Modal bergerak tersebut akan berguna
untuk membeli alat usaha. Selain itu, dansos akan lebih mempermudah dalam mengembangkan
usaha KPM.

Eko Suhargono (Camat Pramabanan) berharap masyarakat prambanan tidak akan menjadi ikon
kemiskinan lagi. Eko Suhargono menyatakan bahwa 31 KPM Graduasi mandiri menjadi bukti
peningkatan kesejahteraan secara ekonomi dan mentalitas yang baik warga Prambanan. Eko
Suhargono menegaskan bahwa mentalitas mandiri dimulai dari perubahan cara berfikirnnya.
Masyarakat tidak boleh memiliki mental menerima bantuan tunai maupun non tunai saja,
melainkan harus ada perubahan kesejahteraan dengan pelatihan usaha atau keterampilan. Dengan
adanya 31 KPM PKH graduasi mandiri ini, bisa menjadi inspirasi bagi KPM yang lain, agar bisa
mandiri dari keanggotaan PKH.

Penulis : Sri Haryanti (Supervisor Kab. Sleman)
Pendamping Sosial Kec. Prambanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *