Putri Anak Bungsu Akhirnya Dapat Bersekolah Kembali

Kulon Progo, 14 Agustus 2018

Seorang ibu Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Kulon progo, Kecamatan Panjatan mengeluhkan bahwa komponen anak sekolah sebutlah Putri berusia 14 tahun dirumah dan putus sekolah.  Setelah mendapatkan kabar tersebut akhirnya saya melakukan home visit. Home visit pertama hingga ketiga Putri tidak mau keluar. Besoknya lagi saya kesana putri ibu ini, sudah mau menemui saya sebagai pendamping PKH desa Kanoman. Setelah saya tanya apakah masih punya semangat sekolah ternyata putri mau atas keinginan sendiri untuk kembali mengeyam pendidikan.

Ibu Putri merupakan sosok ibu sekaligus bapak rumah tangga karena Alm. Suaminya ‘telah berpulang’ sejak Putri masih balita. Ibu dari ketiga anak ini, 2 (dua) kakak dari Putri sudah lulus dari  Sekolah Menengah Atas (SMA) kemudian bekerja di pabrik garmen serta karyawan toko di Jogja juga sangat berharap penuh agar Putri mau melanjutkan sekolahnya lagi. Ibu juga termasuk sosok yang kuat karena dengan kondisi sakitnya yaitu hipertyroid dan rutin berobat di RSUD  menggunakan KIS dari tahun 2016 sampai 2018 sekarang.

Putri sudah 2 tahun tidak sekolah karena sakit faringitis, sakit tersebut diketahui setelah Putri bersekolah di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Putri adalah anak yang pendiam dan pemalu , kata Ibu Guru BK SMP Putri yang lalu, apalagi kondisi sering sakit sehingga tidak mampu mengikuti materi pelajaran selama kurang lebih belum genap 1 semester dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti kegiatan di Pondok Giripeni, Wates dan berhenti dari sekolah formalnya. Namun, di pondok kondisi semakin membuat mbak Putri, tidak terkontrol penyakitnya.

Akhirnya melihat kondisi Putri Ibu dari tiga anak ini memutuskan putrinya tersebut untuk berhenti mengemban ilmu di Pondok kemudian menuntaskan kesembuhan menjalani pengobatan baik di Puskesmas terkadang dirujuk di Rumah Sakit.

Pada tahun ajaran 2018/2019 ini Putri didampingi saya  sudah mencoba mendaftar di salah satu SMP Negeri  tetapi tidak diterima dan mencoba  melanjutkan ke sekolah lainnya di dekat rumahnya namun sayangnya sudah tutup pendaftarannya. Sebagai pendamping saya harus memperjuangkan generasi muda bangsa yang masih semangat untuk sekolah dan menimba ilmu serta memberi motivasi dengan sekolah maka apa yang akan dicita-citakan bisa tercapai asal sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Saya  tawarkan untuk sekolah di SMP swasta dan akhirnya mau. Setelah mencari informasi, dan Putri mau akhirnya saya mencoba di terima kelas 7, jarak dari rumah lumayan jauh yaitu 5 km namun tidak terlalu ramai saat di jalan karena bisa lewat jalan antar desa.

 

Dani Dwi Karlina, Sari Khasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *