BUAH MOTIVASI PENDAMPING PKH MANTRIJERON HANTARKAN 3 KPM GRADUASI MANDIRI DALAM 1 (SATU) BULAN

Yogyakarta, 24 September 2018

Program PKH (Program Keluarga Harapan) menjadi salah satu fokus Presiden Republik Indonesia H.Ir. Joko Widodo dalam mendorong kemandirian untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Program PKH merupakan proses yang mengarah kepada perubahan sikap dan perilaku yang mendorong peningkatan produktivitas Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan KPM menjadi cita-cita mulia PKH. Untuk mencapai cita-cita tersebut KPM harus mampu mandiri, sejahtera, produktif dan tidak bergantung pada bantuan sosial pemerintah. Jika kondisi kesejahteraan KPM meningkat, KPM dapat melakukan Graduasi Mandiri. Ada 2 (dua) hal penting agar KPM bisa melakukan graduasi mandiri, yaitu mempunyai kemampuan secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mempunyai kesadaran dan perubahan sikap untuk mandiri tidak menerima lagi bantuan dari PKH.

Untuk mewujudkan graduasi Mandiri KPM PKH, tidak cukup hanya menunggu. Namun diperlukan desain dan intervensi dari berbagai pihak (terutama dari SDM PKH), agar KPM mempunyai kemampuan dan kemauan untuk dapat melakukan Graduasi Mandiri. KPM memerlukan bimbingan dan motivasi.

Graduasi Mandiri atau yang sering didengar  dengan KPM yang  keluar dari kepersertaan PKH dengan secara sukarela, dikarenakan keluarga KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dengan sadar dan ikhlas bahwa dirinya sudah tidak layak lagi untuk mendapatkan bantuan PKH dari Kementerian Sosial RI. Sesuai dengan pogram PKH dari Kementerian Sosial ingin memandirikan masyarakat sehingga masyarakat keluar dari angka kemiskinan dengan di bantu oleh Pendamping sosial.

  1. Ibu Sri Wahyuni

 KPM PKH dampingan Riyanto yang tinggal di Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta. Ibu Sri Wahyuni dahulu sempat menjadi SPG Toko, setelah bercerai dengan suami pertamanya, ia kembali menikah dan bersama suami keduanya ia merintis usaha tas dari kulit dan usahanya pun berkembang sehingga ia dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia masuk PKH pada tahun 2013  dan pada tanggal 2 Agustus 2018, ia menyatakan untuk keluar dari  kepesertaan PKH, dikarenakan sudah merasa mampu dan hidup mandiri dengan rintisan usaha tas bersama suaminya. Berkat motivasi yang disampaikan Pendamping Sosial pada saat FDS, ia memberanikan diri untuk mengundurkan diri dan datang dengan sendirinya di Kecamatan Mantrijeron.

  1. Ibu Ruminah

KPM PKH dampingan Riyanto yang tinggal di Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta. Ibu Ruminah terdata mendapatkan PKH pada tahun 2016 dan pada tanggal 8 Agustus 2018, ia menyatakan untuk keluar dari  kepesertaan PKH, dikarenakan berdasarkan info warga sekitar ibu Ruminah memiliki kontrakan dan tanah yang luas. Berkat motivasi yang disampaikan Pendamping Sosial, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari kepesertaan PKH.

  1. Ibu Nisful Hararrah Muharani

KPM PKH dampingan Andiko yang tinggal di Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta. Ibu Nisful terdata mendapatkan PKH pada tahun 2016 dan pada tanggal 5 Agustus 2018 ia memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai peserta PKH. Ibu Nisful merupakan pegawai TU di SD Muh Suryowijayan sedangkan suaminya merupakan pegawai teknis pasukan kuning di area titik 0 Kota Yogyakarta. Ia menyatakan untuk keluar dari kepesertaan PKH, dikarenakan merasa rezeki dari Allah SWT sudah cukup dan merasa tidak enak hati menerima PKH. Bahkan selama ini, bantuan PKH dan beras yang didapatkan sering ia berikan kepada tetangga sekitar yang di rasa membutuhkan dan lebih tidak mampu dari ia. Jiwa sosial yang dimiliki ibu Nisful sangat besar, walaupun ia belum sejahtera namun ia yakin bahwa tanpa bantuan sosial ia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada saat pertemuan kelompok, ia mantap untuk memutuskan mengundurkan diri dari kepesertaan PKH.

Amanat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat “Pendamping PKH harus menanamkan dalam benak KPM bahwa bansos PKH bersifat temporer. Kelak bantuan akan dihentikan apabila mereka telah mandiri secara sosial ekonomiā€. Berbekal amanat tersebut dalam upaya untuk mencapai Graduasi Mandiri KPM PKH, pendamping PKH Kecamatan Mantrijeron melakukan pendampingan berupa penguatan dukungan dan motivasi terhadap KPM di Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta

Laila Ramadhani Nurul Amanah

SPV Kota Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *