MELALUI BOLA, ANAK KPM MASUK UGM JALUR PRESTASI.

KHOIRI ISMAIL IRBAH, merupakan anak pertama dari Ibu Handayani dan suami. Ibu Handayani merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Tejokusuman Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta.

Kesehariannya, Ibu Handayani bekerja di Tempat Penitipan Anak (TPA) dan suaminya bekerja sebagai penjual angkringan. Dengan keadaan ekonomi yang serba pas pasan keluarga tidak menyurutkan semangat kedua orangtua ini dalam mendidik dan mengasuh kedua anak-anaknya.

Ibu Handayani dan suaminya memiliki konsep pengasuhan anak bebas tapi bertanggungjawab. Mereka juga merupakan tipe orangtua yang mengikuti keinginan anak namun tetap dalam pengawasan dan pasangan ini memiliki keyakinan jika kemampuan anak di bidang pendidikan itu berbeda beda, ada anak yang mampu di bidang akademik dan di bidang non akademik. Setiap anak memiliki bakat dan minat yang berbeda yang ketika hal yang mereka sukai tersebut diasah akan menghasilkan sesuatu yang bernilai.

ketika di bangku SD kelas 2, ia menyukai sepak bola dan meminta untuk dimasukkan ke sekolah bola SD karena saat itu orangtua Khoiri menilai anaknya masih terlalu kecil untuk masuk ke sekolah bola permohonan anaknya tidak dikabulkan, pada saat Khoiri kelas 5 SD barulah anaknya tersebut dimasukkan di sekolah bola. Pada saat berlatih di sekolah bola, ia masuk tim inti di sekolah sepak bola tersebut dan sering diikutkan dalam turnamen. Dengan kedisiplinan dan giat berlatih, ternyata dapat mencetak prestasi juara 1 LPI tingkat nasional. Kerja kerasnya berbuah manis, dengan prestasi tersebut dapat membantu Khoiri dalam pendidikannya, sertifikat kejuaraan sepak bola tersebut mengantarkan dia ia berhasil masuk SMA Negeri 4 Yogyakarta dan ia masuk di kelas olahraga.

Selain aktif dalam sepak bola, ia pun menjalin relasi baik dengan teman-temannya. Ia aktif mencari informasi mengenai masuk kuliah tanpa biaya dengan jalur berprestasi. Dengan semangat tinggi, bakat serta dukungan dan dorongan dari orangtua, ia berhasil masuk bangku kuliah melalui jalur prestasi

Putra pertama, Khoiri Ismail Irbah, berhasil membuktikan bahwa konsep pengasuhan dan pendidikan orangtua di rumah mempengaruhi terhadap prestasinya. Setelah lulus dari SMA Negeri 4 Yogyakarta,  ia bisa melanjutkan kuliah di program studi Vokasi Kearsipan di salah satu Universitas ternama di Yogyakarta yaitu Universitas Gajah Mada (UGM) melalui jalur beasiswa prestasi tanpa biaya, bahkan Khoiri mendapatkan uang saku dari beasiswa tersebut, sehingga dapat meringankan orangtuanya dalam mencukupi kebutuhannya selama kuliah.

Keberhasilan KPM dan anak KPM ini tidak terlepas dari peran pendamping dalam pelaksanaan FDS, FDS difasilitasi oleh Anisa Salsabila salah satu Pendamping Sosial Kecamatan Ngampilan yang membahas seputar Pengasuhan yang Baik dan Benar: Menjadi Orangtua yang Lebih Baik dengan mendiskusikan seputar orangtua adalah contoh bagi anak; orangtua harus memiliki konsep diri yang positif; orangtua penuh kasih sayang dan tidak melakukan kekerasan; serta memaksimalkan peran ayah dalam pengasuhan.

 

Laila Ramadhani Nurul Amanah

SPV Kota Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *